Beranda

Rabu, 16 Juli 2014

Contoh RPP IPS Kurikulum 2013



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan                : SMP Negeri 1 Kota Cirebon
Mata Pelajaran                      : IPS
Kelas/semester                       : VII/Semester Dua
Materi Pokok                         : 5. Interaksi Manusia dan Lingkungan
Alokasi Waktu                       : 2 x pertemuan (4 JP)

A.          Kompetensi Inti
                        1.         Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
                        2.         Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya .
                        3.         Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
                        4.         Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B.           Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No.
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
  1.  
1.3 Menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dan lingkungannya
1.3.1.Mengucapkan rasa syukur atas keberadaan lingkungan alam perdesaan yang subur dan masyarakat yang harmonis melalui do’a

  1.  
2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukaninteraksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya

2.3.1. Menunjukkan perilaku peduli saat  melakukan kegiatan pengamatan video/gambar lingkungan alam perdesaan yang subur dan masyarakat yang harmonis
2.3.2.Menunjukkan perilaku santun pada  saat  melakukan diskusi hasil kegiatan pengamatan video/gambar lingkungan alam perdesaan yang subur dan masyarakat yang harmonis

  1.  
3.4 Memahami pengertian dinamika interaksi manusia dengan lingkunganalam, sosial, budaya, dan ekonomi

3.4.1. Mendeskripsikan pengertian interaksi manusia dan lingkungan
3.4.2. Menganalisis perbedaan antara lingkungan alam dan sosial
3.4.3. Menjelaskan keterkaitan antarkomponen
lingkungan

4
4.3 Mengobservasi dan menyajikan bentuk-bentuk dinamika interaksimanusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar
4.3.1.      Melaporkan  hasil analisis dan diskusi  tentang interaksi manusia dengan  lingkungan melalui kegiatan presentasi di depan kelas dalam bentuk deskripsi sederhana, gambar, atau dalam bentuk powerpoint.

C. Tujuan Pembelajaran  
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:
1.      Kompetensi Sikap Spiritual
1.3.1.      Mengucapkan rasa syukur melalui doa bersama secara sungguh-sungguh

2.      Kompetensi Sikap Sosial
2.3.1.      Menunjukkan perilaku peduli saat  melakukan kegiatan pengamatan.
2.3.2.      Menunjukkan perilaku santun pada  saat  melakukan diskusi.

3.      Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan
a.       Pertemuan Pertama
3.4.1.  Mendeskripsikan pengertian interaksi manusia dan lingkungan dengan kalimat sendiri.
3.4.2.   Menganalisis secara cermat perbedaan antara lingkungan alam dan sosial.
3.4.3.   Menjelaskan keterkaitan antara komponen lingkungan secara tepat.
b.      Pertemuan Kedua
4.3.1.      Melaporkan  hasil analisis dan diskusi  tentang interaksi manusia dengan  lingkungan melalui kegiatan presentasi di depan kelas dalam bentuk deskripsi sederhana, gambar, atau dalam bentuk powerpoint dengan tepat.

D. Materi Pembelajaran 
1.Hakikat Interaksi Manusia dan Lingkungannya.
a.    Pengertian  lingkungan.
b.   Perbedaan antara lingkungan alam dan sosial.
c.    Interaksi manusia dengan lingkungan.
2.   Keterkaitan Antarkomponen Lingkungan.
a.   Komponen lingkungan.
b.   Keterkaitan antar komponen lingkungan.

E.     Metode Pembelajaran
1.         Metode Ilmiah.
2.         Pembelajaran metode carousel 

F.       Sumber Belajar
1.         Buku IPS Paket
2.         Lingkungan alam dan sosial di sekitar sekolah.

G.      Media Pembelajaran
        1.          Media:
·         Lembar kerja peserta didik
·         Lingkungan sekolah dan tukang kebunnya.

        2.          Alat dan bahan:
·         Kertas dan Selotip

H.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran     

1.      Pertemuan 1
a.      Pendahuluan  (10 menit)
·         Peserta didik bersama guru  menyampaikan salam dan berdoa.
·         Peserta didik bersama guru mengkondisikan kelas.
·         Guru menanyakan materi pertemuan yang lalu.
·         Guru memberi motivasi: menunjukkan beberapa contoh lingkungan alam di sekitar sekolah.
·         Guru menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran.
·         Siswa dibagi ke beberapa kelompok


b.     Kegiatan inti ( 60 menit )
Mengamati:
·         Peserta didik mengamati lingkungan sekitar sekolah

Menanya:
Peserta didik diberi kesempatan untuk merumuskan dan mengajukan pertanyaan di bawah bimbingan guru. Pertanyaan diarahkan pada hal-hal yang substantif seperti contoh di bawah ini:
·         Apa yang dimaksud dengan lingkungan?
·         Bagaimana perbedaan lingkungan alam dengan lingkungan sosial?
·         Mengapa lingkungan harus dijaga kelestariannya?

Mengumpulkan data:
·Mengumpulkan data berdasarkan hasil identifikasi tentang: 
-          ciri-ciri lingkungan alam dan sosial.
-          bentuk interaksi manusia dan lingkungan.
-          keterkaitan antar komponen lingkungan.
Mengasosiasi:
·      Menganalisis data yang telah dikumpulkan tentang:
-            Pengertian interaksi manusia dan lingkungan.
-            keterkaitan antar komponen lingkungan.
-             ciri-ciri lingkungan alam dan sosial.
-             bentuk interaksi manusia dan lingkungan.
-             keterkaitan antar komponen lingkungan.
·        Menyimpulkan hasil analisis keterkaitan antar komponen lingkungan:
1.         Pengertian lingkungan menurut tukang kebun dan menurut teori.
2.         Perbedaan lingkungan alam dan lingkungan sosial.
3.         Ciri-ciri lingkungan alam dan lingkungan buatan.
4.         Perbedaan antara lingkungan alam dan lingkungan sosial.
5.         Keterkaitan antara lingkungan biotik, abiotik dan sosial dalam masyarakat.
Mengkomunikasikan
·      Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya melalui metode carousel:

c.       Kegiatan penutup ( 10 menit)
·         Peserta didik diminta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran.
·         Peserta didik diberi pesan tentang  nilai dan moral.
·         Peserta didik diberi tugas untuk menyempurnakan laporan hasil pengamatan untuk dipresentasikan di pertemuan berikutnya.

2.   Pertemuan 2
a.       Pendahuluan  (10 menit )
·         Pembukaan : Salam dan doa pembuka.
·         Peserta didik bersama guru mengkondisikan kelas.
·         Apersepsi   : peserta didik mendengarkan pertanyaan guru tentang materi pertemuan yang lalu.
·         Peserta didik mendengarkan motivasi dari guru : menunjukkan beberapa contoh lingkungan alam di sekitar sekolah.
·         Peserta didik mendengarkan topik dan tujuan pembelajaran.

b.Kegiatan inti ( 60 menit )
Mengomunikasikan:
·         Memprensentasikan hasil analisis pengertian interaksi manusia dan lingkungan serta keterkaitan antar komponen lingkungan di depan kelas.
·         Melaporkan kesimpulan hasil presentasi dalam bentuk tulisan kepada guru.

c.       Kegiatan penutup ( 10 menit)
·         Peserta didik diminta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran.
·         Peserta didik diberi pesan tentang  nilai dan moral.
·         Peserta didik dan guru membuat kesimpulan.
·         Peserta didik mendapatkan tugas untuk mempelajari materi berikutnya.

I.          Penilaian
1.         Sikap spiritual
a.        Teknik: Observasi
b.        Bentuk Instrumen: Lembar observasi
c.         Kisi-kisi:
No.
Sikap/nilai
Butir Instrumen
  1.  
Mensyukuri
1
Instrumen: lihat Lampiran ...

2.         Sikap sosial
a.        Teknik: Observasi
b.        Bentuk Instrumen: Lembar observasi
c.         Kisi-kisi:

No.
Sikap/nilai
Butir Instrumen
  1.  
Santun
1
  1.  
Peduli
1
Instrumen: lihat Lampiran ...

3.         Pengetahuan
                                   a.            Teknik: Tes tulis
                                  b.            Bentuk Instrumen: uraian
                                   c.            Kisi-kisi:
NO
Indikator
Butir Instrumen
1
Mendeskripsikan pengertian interaksi manusia dan lingkungan
1
2
Menganalisis perbedaan antara lingkungan alam dan sosial
2
   3
Menjelaskan keterkaitan antarkomponen lingkungan
3 - 10
Instrumen: lihat Lampiran

4.         Keterampilan
a.        Kisi-kisi:
No.
Keterampilan
Teknik
Bentuk instrumen
Butir Instrumen
  1.  
Mengobservasi
Produk
Rubrik
1
  1.  
Diskusi
Observasi
Lembar observasi
2
  1.  
Presentasi
Observasi
Lembar observasi
3
Instrumen: lihat Lampiran ...
                                                                                                            Cirebon,      Januari 2014 
Mengetahui                                                                
Kepala SMP                                                                                        Guru Mata Pelajaran



Karnadi, S.Pd. M.Hum.                                                                   Daryo Susmanto, S.Sos.
NIP 19650315 198703 1 010                                                             NIP 19741010 200604 1 0126


LAMPIRAN
Lampiran 1. Sikap spiritual

NO

Nama
Sikap Spiritual
Sikap Sosial
Total Skor
Mensyukuri
Santun
Peduli
1-4
1-4
1-4

1





2





3





Keterangan:
a.       Sikap Spriritual
1)      Indikator sikap spiritual “mensyukuri”:
-          Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran.
-          Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut.
-          Menjaga lingkungan hidup di sekolah.
-          Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas.

2)      Rubrik pemberian skor:
-          4 =  jika siswa melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut.
-          3 =  jika siswa melakukan 3 (empat) kegiatan tersebut
-          2 =  jika siswa melakukan 2 (empat) kegiatan tersebut
-          1 =  jika siswa melakukan salah satu  (empat) kegiatan tersebut

b.      Sikap Sosial.
1.      Sikap Santun
1)   Indikator sikap sosial “santun”
-          Tidak berkata-kata kotor dankasar
-          Tidak menyela pembicaraan.
-          Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain
-          Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)

2)   Rubrik pemberian skor
-          4 =  jika siswa melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut.
-          3 =  jika siswa melakukan 3 (empat) kegiatan tersebut
-          2 =  jika siswa melakukan 2 (empat) kegiatan tersebut
-          1 =  jika siswa melakukan salah satu  (empat) kegiatan tersebut

2.      Sikap peduli
1)   Indikator sikap sosial “santun”
-          Mengingatkan teman jika ada kesalahan
-          Selalu menjaga barang-barang milik sekolah
-          Tidak mencorat-coret sembarangan
-          Menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman

2)   Rubrik pemberian skor
-          4 =  jika siswa melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut.
-          3 =  jika siswa melakukan 3 (empat) kegiatan tersebut
-          2 =  jika siswa melakukan 2 (empat) kegiatan tersebut
-          1 =  jika siswa melakukan salah satu  (empat) kegiatan tersebut




Lampiran 2.Pengetahuan

Nomor
Butir Instrumen
1
Rumuskan pengertian lingkungan dengan kalimatmu sendiri!
2
Jelaskan perbedaan antara lingkungan alam dan lingkungan sosial!
3
Apa yang dimaksud dengan interaksi manusia dan lingkungan itu?
4
Sebutkan komponen lingkungan dengan kalimatmu sendiri!
5
Jelaskan  komponen abiotik dengan kalimatmu sendiri!
6
Jelaskan  komponen biotik dengan kalimatmu sendiri!
7
Jelaskan  komponen sosial dengan kalimatmu sendiri!
8
Jelaskan  komponen budaya dengan kalimatmu sendiri!
9
Jelaskan keterkaitan antar komponen lingkungan dengan manusia di perdesaan!
10
Jelaskan keterkaitan antar komponen lingkungan dengan manusia diperkotaan!

 

Lampiran 3.Lembar penilaian ki 4 : ketrampilan

1. Lembar penilaian untuk kegiatan mengamati lingkungan sekolah

No
Nama Siswa
Relevansi
(1-4)
Kelengkapan
(1-4)
Kebahasaan
(1-4)
Jumlah skor
1
Wayan




2
Acong




3
Sudar




Nilai = Jumlah skor dibagi 3
Keterangan :
a.         Kegiatan mengamati dalam hal ini dipahami sebagai cara siswa mengumpulkan informasi faktual dengan memanfaatkan indera penglihat, pembau, pendengar, pengecap dan peraba. Maka secara keseluruhan  yang dinilai adalah HASIL pengamatan (berupa informasi) bukan  CARA mengamati.
b.        Relevansi, kelengkapan, dan kebahasaan diperlakukan sebagai indikator penilaian kegiatan mengamati. Relevansi merujuk pada ketepatan atau keterhubungan fakta yang diamati dengan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Kompetensi Dasar/Tujuan Pembelajaran (TP).
c.         Kelengkapan dalam arti semakin banyak komponen fakta yang terliput atau semakin sedikit sisa (risedu) fakta yang tertinggal.
d.        Kebahasaan menunjukkan bagaimana siswa mendeskripsikan fakta-fakta yang dikumpulkan dalam bahasa tulis yang  efektif (tata kata atau tata kalimat yang benar dan mudah dipahami).
e.         Skor terentang antara 1 – 4
1 = kurang
2 = Cukup
3 = Baik
4 = Amat Baik
2. Penilaian untuk kegiatan diskusi manusia dan lingkungannya.
NO
Nama
Mengkomunikasikan
(1-4)
Mendengarkan
(1-4)
Berargumentasi
(1-4)
Berkontribusi
(1-4)
Jumlah skor
1
Wayan





2
Acong





3
Sudar





4
Dst.






Nilai = jumlah skor dibagi 3
Keterangan :
a.       Berdiskusi : Mengacu pada ketrampilan mengolah fakta dan menalar (associating) yakni membandingkan fakta yang telah diolahnya (data) dengan konsep yang ada sehingga dapat ditarik kesimpulan dan atau ditemukannya sebuah prinsip penting. Ketrampilan berdiskusi meliputi ketrampilan mengkomunikasikan (communication Skill), mendengarkan (listening skill), ketrampilan berargumentasi (arguing skill) ,dan ketrampilan berkontribusi (contributing skill).
b.      Ketrampilan mengkomunikasikan adalah kemampuan siswa untuk mengungkapkan atau menyampaikan ide atau gagasan dengan bahasa lisan yang efektif.
c.       Ketrampilan mendengarkan dipahami sebagai kemampuan siswa untuk tidak menyela, memotong, atau menginterupsi pembicaraan seseorang ketika sedang mengungkapkan gagasannya.
d.      Kemampuan berargumentasi menunjukkan kemampuan siswa dalam mengemukakan argumentasi logis (tanpa fallacy atau sesat pikir) ketika ada pihak yang bertanya atau mempertanyakan gagasannya. 
e.       Kemampuan berkontribusi  dimaksudkan sebagai kemampuan siswa memberikan gagasan-gagasan yang mendukung atau mengarah ke penarikan kesimpulan termasuk di dalamnya menghargai perbedaan pendapat.
f.     Skor terentang antara 1 – 4
1 = kurang
2 = Cukup
3 = Baik
4 = Amat Baik
3. Penilaian presentasi hasil diskusi

No
Nama
Menjelaskan
(1-4)
Memvisualkan
(1-4)
Merespon
(1-4)
Jumlah skor
1
Wayan




2
Acong




3
Sudar




4
Dst.





Nilai= Jumlah skor dibagi 3
a.       Presentasi menunjuk pada kemampuan siswa untuk menyajikanhasil temuannya mulai dari kegiatan mengamati, menanya, uji coba (mencoba), dan mengasosiasi sampai pada kesimpulan. Presentasi terdiri atas 3 aspek penilaian yakni ketrampilan menjelaskan, memvisualisasikan, dan merespon atau memberi tanggapan.
b.      Ketrampilan menjelaskan adalah kemampuan menyampaikan hasil observasi dan diskusi secara meyakinkan.
c.       Ketrampilan memvisualisasikan berkaitan dengan kemampuan siswa untuk membuat atau mengemas informasi seunik mungkin, semenarik mungkin, atau sekreatif mungkin.
d.      Ketrampilan merespon adalah kemampuan siswa menyampaikan tanggapan atas pertanyaan, bantahan, sanggahan dari pihak lain secara empatik.
e.       Skor terentang antara 1 – 4
1 = Kurang
2 = Cukup
3 = Baik
4 = Amat Baik

Sabtu, 22 Maret 2014

REVIEW TRIWULAN I WJLRC SMPN 1 CIREBON

REVIEW TRIWULAN I (JANUARI-MARET) WJLRC


APA ITU WJLRC?

WJLRC atau West Java Leader's Reading Challenge merupakan program tantangan bagi para siswa dari para pemimpin pemerintahan termasuk pemimpin sekolah tempat siswa/siswi belajar. Program yang terinspirasi dari Australia ini bertujuan sebagai berikut.

   - Mendorong tumbuh kembangnya kemampuan literasi (membaca, berbicara, mendengar dan menulis) dengan membaca buku lebih banyak dan menemukan banyak hal baru yang menyenangkan dan bermanfaat dari buku yang dibaca.
   - Meningkatkan keterampilan berdiskusi yang positif dalam lingkungan keluarga dan dalam komunitas sekolah.
     Peserta adalah siswa sekolah mulai dari kelas 3 SD sampai dengan kelas 12 yang tertarik untuk mengasah dan melejitkan kemampuan literasinya, dengan memperhatikan kapasitas guru pembimbing. Demi hasil yang optimal dalam proses bimbingan dan evaluasi, seorang guru maksimal membimbing 5 orang siswa.
      
      WJLRC di SMP Negeri 1 Kota Cirebon
      SMP Negeri 1 Kota Cirebon juga merespon secara positif program ini. Setelah mengikuti alur atau prosedur, penjaringan peserta pun kami lakukan. Kami melakukan konsultasi dengan pembimbing lainnya. Kami mendapatkan lima peserta yang siap mengikuti program ini. Kelima siswa tersebut yakni:

       
 
Dianissa Salsabila


Frida Febrianti Kirana

 
Pritta Annisya Kemalia
Salsabila Zanuba Kurniawan


Tiffany Aulia Fauziah
Setelah mendapatkan kelima calon peserta tersebut, kami pun berkoordinasi dengan Kepala Sekolah sekaligus meminta izin untuk mengundang orangtua calon peserta tersebut. Kepala sekolah pun menyetujuinya dan kami pun mengundang orangtua kelima peserta tersebut.
Orangtua peserta yang sangat mensupport WJLRC
Setelah mendapatkan dukungan dari kepala sekolah dan orangtua peserta, kami pun mulai melakukan kegiatan, mulai dari membaca sebanyak-banyaknya, meresume, diskusi, sampai melaporkannya ke manajer wilayah yang telah ditentukan. Berikut kegiatannya yang terekam dalam foto-foto kegiatan.
1. Diskusi buku di perpustakaan bersama Guru Pembimbing WJLRC.
Daryo Susmanto, Pembimbing WJLRC sedang memberikan bimbingan.

Dianissa tengah menyampaikan resume salah satu buku bacaannya

Frida sedang menyajikan apa yang telah dibacanya

2. Motivasi dari Kepala SMP Negeri 1 Kota Cirebon (Karnadi, S.Pd. M.Hum.)

Karnadi, S.Pd.M.Hum. memberi dukungan kuat terhadap WJLRC
 
Kepsek memberikan penguatan dan motivasi

Pritta menyampaikan hasil bacaannya.
Salsa tengah mengupas buku yang telah dibacanya

3. Diskusi bersama Guru Bahasa Indonesia
Berpose bersama Guru Bahasa Indonesia (Ratih Utamisari)

Guru Bahasa Indonesia tengah menyajikan tentang penulisan
Tiffany pun tak mau kalah tengah menyampaikan apa yang telah dibacanya

BERAPA BUKU YANG TELAH PESERTA BACA?

Dari Januari 2014 sampai Maret 2014 sudah beberapa buku yang berhasil dibaca dan dilaporkan oleh peserta WJLRC kepada guru pembimbingnya. Berikut rekap jumlah buku yang telah dibaca oleh mereka selama tiga bulan ke belakang.
1. Dianissa Salsabila                  : 18 buku
2. Frida Febrianti Kirana           : 11 buku
3. Pritta Annisya Kemalia          : 25 buku
4. Salsabila Zanuba Kurniawan  :  7 buku
5. Tiffany Aulia Fauziah             :  5 buku

Aktivitas mereka dalam membaca perlu mendapat apresiasi positif. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan ini.

Sabtu, 30 November 2013

Catatan Perjalanan 2


CATATAN PERJALANAN
KE ADELAIDE, SOUTH AUSTRALIA

"ADAPTASI AWAL"

MINGGU, 20 OKTOBER 2013.
“Adaptasi dengan Host Family (HF)”
Pagi ini kami bangun sekitar pukul 5.00. HF kami belum bangun juga. Sekitar pukul 7.00, HF kami memanggil kami untuk breakfast. Kami pun keluar dan melihat dapur sepertinya tidak ada tanda-tanda buat sarapan nih. Mana nasi kuning, mana bubur ayam, atau mana mie rebus. Ternyata yang tersedia roti yang siap dipanggang. Aku pun bertanya tempat menyimpan telur. Colin pun menunjuk lemari kulkas yang ada di dapur. Aku putuskan memasak telur tersebut menjadi telur ceplok. Kemudian aku berpikir, mana nasinya? Dengan keterbatasan bahasa, kerap membuat kami pada awalnya lebih banyak diam. Akhirnya, pagi ini aku cuma sarapan telur “ceplok” dengan dibumbui garam dan mrica. Sesuatu yang sama sekali di Indonesia tidak pernah kualami.
Siang hari, kami mencoba menanyakan ada wifi atau tidak. Ternyata Pak Roni sudah menanyakan password wifi tersebut dan diberi beberapa angka yang menurut Colin, itu adalah passwordnya. Setelah kami coba masukan kode tersebut, ternyata tidak juga on. Kami pun kembali ke kamar masing-masing.  

Salah satu sudut kamar tidur kami.
Merasa boring di rumah apalagi tidak diberi kode/password wifi, kami meminta HF untuk mengajak kami mencari modem. Ternyata harganya membuat kami berpikir ulang. Tidak satupun barang kami beli. Alhasil… nihil.
Sore hari, kami izin ke HF untuk melihat-lihat lingkungan sekitar rumah. Kami menerobos pagar pembatas rel kereta api dengan jalan hanya untuk mengambil foto di atas rel. Ah, ini mah di Indonesia juga ada. Kami pun pindah.

Rel
“Ditegur Warga” 
Pada suatu sudut jalan, tepatnya di Jalan Batanga Cr, aku mengambil (shoot) video Pak Roni dengan latar belakang lingkungan sekitar. Aku pun berputar mengitari tubuhku sendiri, sambil mengambil obyek-obyek baik nama jalan, jalan, rumah, dan tanah kosong. Suasana sangat sepi tidak ada orang maupun mobil lalu lalang. Belum saja selesai aku mengambil gambar Pak Roni, terdengar suara: “ Hai, get out…..” dari seorang lelaki bertato. Aku dan Pak Roni kaget, ternyata pemilik rumah yang terekam rumahnya marah. Reflek kumatikan handycam dan kami pun mendekat untuk menjelaskan dan meminta maaf. Terjadilah dialog yang terbata-bata karena perbedaan bahasa dan mungkin karakter. Anjing yang ada di dalam menggonggong keras. Untung dipegangi oleh perempuan mungkin istri lelaki bertato tersebut. Setelah dimaafkan kami pun bergegas pulang.
Kami sejenak berpikir, sampai sejauh itukah orang-orang di sini begitu melindungi privacinya. Hanya terrekan rumahnya, itupun hanya "sekelabat" tetapi reaksinya seperti kemasukin maling.

Kami pun pindah ke tempat yang masih terletak di dalam komplek ini.


Pak Rony di salah satu sudut Nolinga Way

Rabu, 20 November 2013

Catatan Perjalanan 1



CATATAN PERJALANAN
KE ADELAIDE, SOUTH AUSTRALIA

Pra kondisi di Hotel Permata Bandara

Hari itu, datang juga.  Hari-hari yang mungkin selama ini telah ditunggu dengan berbagai persiapan fisik dan mental. Ya, hari saat kami Group 4 harus berangkat ke Australia untuk mengemban amanah sebagai peserta pelatihan. Kami dari Cirebon datang berlima (Daryo, Djulkarnaen, Eko, Elva, dan Roni) naik kereta api sampai ke Stasiun Gambir, Jakarta. Dari stasiun, perjalanan dilanjutkan memakai Bus Damri dan di sekitar bandara kami pun dijemput oleh pihak hotel. Rasanya lega sekali setelah beberapa jam perjalanan dari Cirebon. Kami pun mendapatkan kamar masing-masing, aku sekamar dengan Pak Deddy dari Karawang. Sampai malam hari, tidak ada aktivitas berarti kecuali koordinasi dan pembagian beberapa kit dari penyelenggara. 


Entah seperti apa perasaan teman-teman saat masih ada di hotel. Apakah sama dengan perasaanku yang merasa senang dan menunggu hari esok segera tiba. Ah, lebay banget sih. Kami pun kemudian kerap saling membandingkan barang-barang bawaan, khawatir ada yang terlupakan.


HARI KE-1, JUMAT, 18 OKTOBER 2013.
“Persiapan Take Off”
Pagi terasa lama menjemput, malam dilewati dengan tidur tanpa mimpi seperti pada tidur malam-malam sebelumnya. Suasana Hotel masih sepi tak terdengar aktivitas berarti menyambut pagi. Mandi pagi-pagi sepertinya pilihan tepat untuk mengawali aktivitas hari ini setelah sebelumnya shalat Subuh terlebih dulu. Menunggu aktivitas selanjutnya setelah sarapan ternyata lama juga baru sekira pukul 10.45-an, panitia muncul untuk persiapan penandatanganan dan pembagian uang ($200). Alhamdulillah. Sayang sekali waktu yang tersedia berebut dengan waktu Shalat Jumat sehingga tak sempat kubaca lengkap apa yang ditandatangani, sebuah kecerobohan kecil bagiku. Aku hanya tahu angka kisaran untuk pelatihan 14 juta perincian lainnya entah untuk apa dan berapa yang jelas jumlahnya pun aku hanya tahu 60 juta koma. Bapak-bapak Shalat Jumat, sementara itu giliran ibu-ibu yang tanda tangan dan mendapatkan sama seperti kami.

Selepas Shalat Jumat tidak ada aktivitas kecuali persiapan berangkat menuju bandara. Setiap barang para peserta dikeluarkan dan ditimbang sekadar untuk mengetahui apakah beratnya melebihi kuota atau tidak. Hasilnya, tidak ada satu pun yang melebihi kuota berat bagasi. Kami pun meluncur ke Bandara Soekarno Hatta.
Sesampainya di bandara kami berkumpul di satu sudut untuk menunggu instruksi selanjutnya. Ada yang sekadar duduk diam sambil memainkan HP, ada yang duduk berkelompok sambil berbincang, ada yang berfoto ria, bahkan ada yang terkantuk-kantuk. Tidak berapa lama, kami pun mendapatkan paspor, boarding pass, dan visa.
Menjelang Maghrib, kami satu persatu mulai memasuki tempat pemeriksaan imigrasi (custom). Beberapa teman terlihat menumpuk di satu antrian, sebelum akhirnya diingatkan oleh Bu Mia agar menyebar. Tanpa halangan berarti kami berhasil lolos pemeriksaan paspor dan pemeriksaan barang di Bandara Soekarno Hatta. Kami pun menuju ke Gate D3 tempat kami menunggu untuk diterbangkan Sydney. Namun, sebelumnya kami Shalat Maghrib terlebih dulu dan dijamak dengan Shalat Isya. Sekitar pukul 08.00 kami pun diterbangkan oleh Qantas melintasi benua dan samudra. Malam di perjalanan yang penuh impian.

HARI KE-2, SABTU, 19 OKTOBER 2013.
“Sidney Tour”
Setelah melalui perjalanan udara terlama yang pernah aku alami (±7jam), akhirnya kami sampai juga di Sydney Airport. Kami pun bergegas menuju tempat pengambilan bagasi, selanjutnya kami menuju Customs/Imigrasi untuk dilakukan pemeriksaan administrasi dan barang bawaan. Perasaan berdebar ada juga, khawatir terkena random pemeriksaan.
Custom begitu ramai, banyak sekali orang yang datang ke Sydney saat ini. Mereka sepertinya ada yang sekadar menikmati liburan atau mungkin mereka punya urusan bisnis.
Beberapa petugas imigrasi Australia menanyakan beberapa hal dalam Bahasa Inggris yang agak susah kupahami, namun maksudnya aku tahu. Kujawab cukup dengan beberapa kata yang membuatnya mengatakan OK. Akhirnya lolos juga dari pemeriksaan imigrasi yang kerap mendebarkan.
Selanjutnya kami diarah ke suatu tempat sekedar untuk melakukan “registrasi” untuk penerbangan berikutnya, yaitu Sydney-Adelaide, sebelum akhirnya kami memasuki bus yang siap mengantar kami keliling menuju ikon-ikon Australia atau Sydney. Kami diberi waktu 20 menit untuk melakukan pemotretan dengan background Opera House dari jarak jauh. 
Setelah lebih dari 20 menit, kami pun pindah menuju Opera House. Di sini, kami diberi waktu sekitar 30 menit. Kami pun berfoto ria.
Selanjutnya kami dibawa ke pusat perbelanjaan untuk membeli oleh-oleh. Ada perasaan aneh saja, baru datang tetapi sudah harus beli oleh-oleh, itupun waktunya dibatasi 1 jam. Bingung campur ragu, akhirnya kubeli beberapa souvenir untuk teman-teman dan saudara. Saat asyik-asyiknya -kalau tidak disebut bingung- memilih oleh-oleh, tiba-tiba ada isyarat untuk segera kembali ke bus.
Perjalanan pun dilanjutkan menuju lokasi selanjutnya, yakni masjid dan rumah makan. Kami berhenti di suatu tempat yang ternyata setelah turun dari bis, tempat tersebut adalah Masjid. Dari luar tidak tampak seperti masjid, bahkan ketika masuk ke pelataran pun, masih tidak tampak seperti masjid. Di papan jelas tertulis bahwa di Masjid ini ada semacam lembaga atau dewan federasi Islam Australia.
Selesai Shalat Dhuhur yang dijamak dengan Ashar, kami pun menuju rumah makan untuk makan siang. Rumah makan yang kami tuju adalah rumah makan Indonesia. Terbayang awal mungkin rumah makannya besar, ternyata tidak terlalu besar tetapi cukup menampung untuk kami 45 orang. Kami pun makan menu khas Indonesia. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke bandara untuk berangkat menuju Adelaide.
Sesampainya di Adelaide Airport, kami sudah ditunggu oleh Host Family masing-masing. Setelah mengambil barang masing-masing, kami mendapatkan SIM Card, Metro Card, Kartu Peserta, sejumlah uang, dan sebungkus coklat. Akhirnya, kami pun berpisah menuju rumah HF masing-masing. Kebetulan aku dan Pak Roni mendapatkan HF yang bernama Colin dan Janet.
Perjalanan dari bandara ke rumah Colin memakan waktu sekitar 45 menit. Inilah awal kami benar-benar praktik berbahasa Inggris dengan native speaker. Dalam perjalanan kami lebih banyak mendengarkan pemaparan Colin tentang situasi atau apapun tentang tempat yang kami lewati. Sebelum sampai rumah, Colin berhenti di sebuah supermarket. Ia berkata bahwa ia akan membeli pizza untuk dinner hari ini. Kami pun dtinggal di dalam mobil. Sesampainya di rumah, kami disambut Janet, istri Colin yang berusia 64 tahun lebih muda 3 tahun dari Colin. Sunny pun keluar menyambut kami. Sunny, anjing kecil yang berusaha berkenalan dengan kami.